Re: Arowana contest 2007
Thanks Bro Azura, Ius and Amkri atas response dan inputnya, well understood.
KOIS (Koi Owners Indonesia Society), yang para founder dan pengurusnya saya kenal baik adalah juga koi club yang berorientasi regional (tidak hanya di Jakarta tapi kota kota besar lain) sedangkan Jakarta Koi Club - ZNA Jakarta Chapter hanya ekslusif untuk daerah Jakarta dan sekitarnya. Ke dua koi club ini dan juga club2 lainnya bernaung di bawah APKI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia) yang cikal bakalnya didirikan oleh para trader dan dealer koi. Kalendar event2 show besar diputuskan oleh APKI hasil mufakat dengan koi clubs. Show2 besar dijadwalkan untuk 3 tahun ke depan. Oct/Nov nanti akan ada munas APKI berikut yang akan memilih pengurus baru sekaligus penetapan kalender kontes utk 3 tahun ke depan sebagai salah satu agendanya. Perdebatan dan argumentasi and yang sejenisnya pasti akan ada tapi biasanya berakhir dengan amicable dan every body is happy. Semua akan merespek dan berorientasi pada hasil munas ini.
Event2 kecil merupakan program klub masing masing seperti grow out event, grow and show event, koi talks / seminars, pond contest etc yang bertujuan untuk lebih enhance lagi skill pemeliharaan air dan koi dari para hobbyist karena memelihara koi sangat identik dengan memelihara air.
Satu hal lain lagi adalah di koi respek terhadap para senior dan sesepuh cukup tinggi. Mereka juga selalu open arms setiap saat dimintai bantuan dan pendapatnya dengan tidak harus memaksakan supaya itu harus diterima. Kebanyakan dari mereka sudah sangat well established jadi tidak ada vested interests di koi biz misalnya. Kita yang muda muda malah sering pancing adu argumentasi antara mereka utk proses pembelajaran dan diimplementasi yang terbaik dengan kondisi yang ada saat ini.
Kontes2 koi di 3-4 tahun belakangan ini (baik oleh asosiasi ataupun koi club) hampir tidak ada yang 'rugi' (walaupun tujuannya juga bukan untuk cari untung) karena pengorganisasian yang cukup rapi dan mewakili sehingga para sponsor besar pun memberikan credibility yang tinggi terhadap show2 yang diadakan. Dan karena sudah ada kalendar show yang 3 tahun ke depan merekapun bisa well prepared utk membudget dan menspread dana promosi mereka.
Dan sebagainya.
Logika saya utk aro sebenarnya simple saja. Kalau koi - yang notabene berorientasi ke Jepang dimana breeder2 kelas dunia bercokol dengan persaingan yang sangat sengit yang juga berkembang hingga antar dealer-dealer ekslusif mereka di mancanegara termasuk di Indonesia - bisa diorganize cukup rapi dan relatively peaceul (di Indo) kenapa arowana yang bisa kita claim sebagai 'ikan kita' (SR) tidak bisa bersatu dan meleverage interest2 mereka buat kepentingan hobbyist dan juga aro biz?
Apa karena tidak adanya para sesepuh dan para senior yang cukup wise dan tidak berpamrih? atau misalnya (maaf) masih banyak breeder2 aro kita yang tidak well educated ? (memang, 2nd generation dari breeder2 koi di jepang rata-rata bersekolah di LN dan sudah sangat international pikirannya dibandingkan para ortu mereka di tahun 50-60an waktu memulai biz mereka).
Meskipun koi bukan ikan 'langka' sebagaimana halnya 'aro' (dalam pengertian breeding aro susah), dari sisi harga koi2 yang top quality tidak pernah kelihatan turun. Makin tahun harga 'jumbo tosai' (ikan satu tahun ke bawah yang bodynya besar/bongsor dan 'berpotensi' jadi champion quality) makin tambah mahal saja. Salah satu record lelang tahun ini di Jepang adalah 4.3 juta yen utk ukuran 40+ cm/tosai !!! Yang qualitynya di bawah dia berkisar antara JY600K - JY1500K. Bila pihak dealer/breeder tidak mampu meyakinkan dan mengedukasi para clientnya (hobbyist) utk memelihara ikan2 seharga tersebut , tentunya ikan2 tersebut susah laku. Tapi dengan pengorganisasian yang rapi dan event2 yang mendukung mereka selalu berhasil menjaga uptrend biz mereka.
Kalo para breeder dan dealer aro kita bisa mendrive market seperti halnya koi di jepang, tentunya semua akan happy. Para hobbyist domestik bisa diuntungkan dengan akses dan hubungan dengan para breeder/dealer yang 'orang kita' juga dan sebagainya.
Untuk governmental relationship, saya rasa apabila aro punya asosiasi dan club yang kuat, mereka bisa menjadi stakeholder terhadap policy2 yang telah dan akan dikeluarkan oleh pemerintah, seperti yang saya dengar di jalak bali (thanks atas policy pemerintah yang di lobby oleh asosiasi, saya sekarang bisa jadi adopted parent dari beberap ekor jalak bali, dengan cost yang minimal dan rasa aman dalam memeliharanya - tidak takut dirazia, he he he ).
Demikian bro dan hal di atas hanyalah input saya sebagai orang awam di aro. Memelihara aro saja baru 2 mingguan koq dan masih bingung kenapa aro2 saya pada lagi mogok makan sekarang ... (telpon ke dealer katanya biasa. OK lah) he he he
cheers mates
|