View Single Post
Old 05-24-2007, 12:56 PM   #136
Mohamad Teguh
 
Join Date: Nov 2006
Location: Jakarta
Posts: 6
Default Re: * Hati-hati beli Super Red murah *

"Dan inilah topik dalam pembahasan" hati-hati harga SR murah". bagi pemula topik ini sangat berguna agar tidak salah serok SR"

Buat pak 3dy, saya paham pak dengan "pesan" diskusi ini dan sangat sepakat soal berhati-hati. Saya cuma ingin mengetahui lebih detil soal harga arowana ke depan supaya juga tidak salah ekspektasi.

Buat pak Gaga terima kasih datanya soal harga ekspor.

"Di Singapura harga jual SR kecil asal Indonesia berkisar USD 1000 - 1200 saat mereka membeli dari Indonesia dgn harga USD800 - 1000. Nah, sekarang walaupun mereka membeli dgn harga USD500, harga jual mereka tetap USD 1000 - 1200."

Apakah kondisi ini menunjukkan SR Indonesia telah "over supply" sehingga orang-orang Singapura bisa nawar ke peternak kita lebih gila-gilaan. Common sense nya [mungkin]: jaman dulu yang nawarin SR ke Singapura baru sedikit ya.. harga jadi US$ 800-US$1000, jaman sekarang yang nawarin lebih banyak jadi mereka bisa pilih yang paling murah [US$ 500]. Soal kualitas, mereka para importir [asumsi saya] sudah cukup pintar untuk mengetahui mana yang bakal merah dan mana yang "abal-abal". Sebab , sekali mereka diberi "abal-abal" dia pasti enggak akan pernah lagi beli dari peternak tersebut.

Mengapa mereka bisa tetap jual US$1.000 meski harga "kulakannya" ke Indonesia turun drastis? Saya pikir ini memang kelihaian para TRADER ikan hias di Singapura. Mohon dikoreksi jika keliru, Singapura meskipun negeri kecil dan "tidak punya" ikan, tapi konon merupakan negeri pengekspor ikan hias terbesar di dunia. Jadi merekalah yang menjual kepada "end user" dan merekalah yang menikmati "margin" paling tinggi. Jika para peternak Indonesia bisa jual langsung ke "end user" tanpa lewat Singapura, mungkin margin nya bisa lebih tinggi.

Mungkin [sekali lagi mungkin karena saya tidak punya datanya] ini pula yang menjelaskan mengapa Golden X Back Malaysia harganya konon bisa tinggi di pasaran internasional. Selain barangnya lebih terbatas, mereka mungkin kreatif mensilang-silangkan sehingga ada yang blue based..etc. Nah soal "hybrid"..ini [maaf OOT] saya jadi teringat Thailand. Kalau saja Thailand punya sungai seperti Kapuas, mungkin mereka nanti akan punya Arowana Bangkok, seperti perkutut bangkok, jambu bangkok, durian bangkok dll.

Salam
Mohamad Teguh is offline   Reply With Quote