Olah Digital dalam dunia Fotografy :
Fotografy Jurnalis/Dokumentasi
merupakan fotografy recording/pencatatan penyampain berita yg otentik
dan masuk akal, olah digital seminim mungkin hanya resize dan exposure. Olah digital walaupun dapat dibuat masuk akal, jika merubah otentik dan berita yg disampaikan tidak dibolehkan. Yg dinilai dari sebuah karya fotography Jurnalis adalah tehnik fotography dan keotentikan masuk akal tidak dan berita yg disampaikan foto tersebut.
Fotografy sebagai suatu karya seni
Fotografy sebagai suatu kegiatan
KARYA SENI, seni melukis dengan cahaya, dilengkapi, ditambahi, dirombak total dgn :
- software olah digital
- macam2 filter lensa
- Infra Red fotografy
- B&W fotografy dll
yg menghasilkan warna2 dan bentuk2 yg nggak masuk akal dan merubah otentik original foto aslinya, menurut saya sah2 saja karena tujuannya fotografy adalah SENI, dan karya seni apapun bentuknya tidak ada batasan atau dibatasi oleh bentuk2 dan warna yg masuk akal. SENI tidak hanya aliran realisme bahkan aliran abstrak adalah seni.
Sepanjang bahan dasarnya adalah hasil dari fotografy hasil sendiri, tetap merupakan karya fotografy walaupun dirombak habis dengan bantuan software atau bantuan alat lain, walaupun tidak dapat dikatakan pure karya fotography saja, tapi merupakan karya fotografy olah digital, fotografy ..... dll
Fotografy sebagai suatu karya seni, selain ditekankan keahliah tehnik fotography, cita rasa seni dari si fotografer. Seorang fotografer yg satu dgn yg lain boleh sama peralatan dan sama tinggi ilmu tehnik fotografy, atau tehnik olah digital tapi cita rasa dan jiwa seninya tidak mungkin sama dan ditiru. Yg dinilai dari fotography sebagai karya seni selain tehnik fotography juga lebih utama ditekan kreasi seninya, walaupun tidak masuk akal dan logika sekalipun.
Olah digital tidak bisa dipisahkan dari fotography Digital Camera, karena peralatannya saja sudah merupakan pengolah digital, dari software yg ada disetingan digicam, setingan white balance, exposure, BW, saturation sampai peralatan tambahan lensa dan berbagai macam filter lensa, filter infrared, filter biru, merah dll
Type file RAW yg ada difuture digicam, fotografer tidak dipusingkan dengan masalah exposure (under atau over), white balance, karena bisa diolah belakangan dengan software.
Silahkan pilih foto kita apakah karya foto JURNALIS atau karya SENI FOTOGRAPHY, termasuk FILM/SINEMA, jangan sampai salah pilih,
- Karya FOTO JURNALIS/DOKUMENTASI dimasukkan ke ART FOTOGRAPHY jadinya akan membosankan karena warna2 yg datar, over dan under exposure.
- Sementara karya ART FOTOGRAPHY jangan dikategorykan sebagai KARYA FOTO JURNALIS, karena akan banyak yg tidak masuk logika.
Just my 2 cent
