</span><table border="0" align="center" width="95%" cellpadding="3" cellspacing="1"><tr><td>
Quote </td></tr><tr><td id="QUOTE">Mohon petunjuk.. [/quote]<span id='postcolor'>Semoga Tuhan memberi petunjuk, amiien.
Bung Ridzal, mungkin bisa disertakan data2nya yg cukup. Karena untuk memulai terapi pada aro lebih efektif bila kita mengumpulkan data terlebih dahulu untuk kemudian mencoba diagnosis dan selanjutnya melakukan tindakan. Data2 itu antara lain keadaan tank (ukuran, apakah ada sekat, filter yg digunakan, frekuansi penggantian air, dll), jumlah aro per tank, ukurannya, dll.
Kalau keadaan lingkungan tidak higienis, obat macam apapun saya kira kurang efektif. Mungkin sebentar sembuh, tapi bisa datang lagi. Bila kondisi higienis bisa dipertahankan, biasanya penyakit macam apapun mudah2an bisa tertangkal oleh linkungannya dan aronya sendiri (kekebalan). Kualitas air adalah hal paling utama, sifat air seharusnya adalah membersihkan, tapi bila kualitas air rendah, bukan membersihkan tapi malah mengundang bibit penyakit.
Pengobatan dg bahan kimia pada dasarnya adalah meracuni mahluk hidup pada ukuran kecil, sedangkan ukuran besar masih bisa bertahan berdasarkan dosis dan lama waktu pemakaian. Saya dengar acriflavin sering digunakan untuk reparasi ikan yg lecet2 atau compang camping, karena merontokkan debris (sisa2 jaringan sel yg mati). Kemungkinan disebabkan jasad renik (kuman,virus) yg menyebar dalam organ2 ikan. Biasanya pengobatannya jenis antibiotik, sedangkan obat2 yg bersifat racun lebih ditujukan untuk sterilisasi lingkungan dan parasiter external.
Di kios2 ikan Arwana Irian, atau Silver mentang2 harganya murah, dicampur dalam kepadatan yg lumayan sesak dalam satu akuarium dg filter dan penggantian air yg kurang memadai. Saya juga sering mendengar hal2 demikian pada jenis arwana tersebut. Bisa dibayangkan jika pemilik arwana tersebut berada dalam sebuah kamar yg penuh sesak orang,kurang ventilasi, tinggal di situ beberapa lama, kalo perlu nginep dan buang hajat di situ.Kejadian cepat mungkin kekurangan oksigen, dan mati lemas.Kejadian jangka lama mungkin penyakit2 kulit dan menular lainnya. Nah sebagai hobiis penyayang sesama mahluk ciptaan Tuhan diharapkan memupuk empati dan simpati pada sesama. Dalam lingkup forum aro ini, jangankan ikan ratusan, aro yg cuma semata wayang aja kita berusaha menjalin kontak empati.
Kata orang, kita bisa masuk surga atau neraka bisa karena gara2 binatang peliharaan. Seandainya aro2 itu dilepaskan ke alamnya,mencari karunia ilahi sesuai seleranya, tidak dicekokin ganjalan kodok di kerongkongan, menikmati kebebasan luasnya ruang yg tidak dibatasi sel2 sempit tembus pandang. Dan... bermanfaat sebagai salah satu asupan gizi terbaik buat masayarakat sekitar sungai
Salam,
dOels