View Single Post
Old 04-12-2003, 04:45 AM   #2
dOels
NAC MEMBER
 
dOels's Avatar
 
Join Date: Aug 2004
Location: X-Malang - Jakarta Timur.
Posts: 810
Default

OK RON,
</span><table border="0" align="center" width="95%" cellpadding="3" cellspacing="1"><tr><td>Quote </td></tr><tr><td id="QUOTE">Selama ini, saya selalu ganti air setiap 2 hari sekali (40%), [/quote]<span id='postcolor'></span><table border="0" align="center" width="95%" cellpadding="3" cellspacing="1"><tr><td>Quote </td></tr><tr><td id="QUOTE">sekitar 2 minggu terakhir tidak bener2 perhati'in yang satu ini, sampe 5 hari lalu[/quote]<span id='postcolor'>ada gap dalam 2 pernyataan ini, mungkin ganti air tidak dilakukan sendiri?.</span><table border="0" align="center" width="95%" cellpadding="3" cellspacing="1"><tr><td>Quote </td></tr><tr><td id="QUOTE">Bang Doels, mungkin udah ngeliat belum yg kayak gini? Walahne, pusing saya. Ikan sakit, kita yg lebih stress daripada ikannya.[/quote]<span id='postcolor'>Tenang aja, kalo stress malah bisa2 salah tindakan. Kalo yg ukuran kecil sih sering liat begini, bahkan beberapa aro saya pernah mengalaminya, tapi kalo ukuran besar baru liat di sini.Dari obrolan dg pedagang di Kartini, dia cerita ttg beberapa aro yg tewas dg gejala kembang sisik.
Dari arwana kecil yg saya coba terapi barangkali berguna.
1. Kembang sisik ini di kalangan ikan tawar biasanya menyertai perut kembung, dropsy, kebanyakan makan, makanan kotor, atau sulit mengeluarkan kotoran. Jadi liatlah perutnya, dan ingat2 makanan apa yg telah ditelannya terutama kebersihannya, berapa banyak, apakah ada "darm contour", suatu relief di badan sebelum pengeluaran ke anus.
Dari gambaran diatas maka coba
- puasakan arwana.
- jaga kebersihan, cuci dan sterilkan alat2, termasuk filter, pompa dll.Sebelum mengobok-obok tank cuci bersih tangan, dan begitu pula sesudahnya.
[2]. Jika hal2 di atas telah tersingkirkan, maka perhatian ditujukan pada pola kembang sisik, terutama jajaran sepanjang punggung dan menyeluruh. Kemungkinan respons dari perubahan kimia air (perubahan yg mencolok, suhu, hardness, dll). Dari yg pernah saya lakukan untuk hal ini adalah menggunakan larutan daun ketapang kering tua (warna coklat tua) untuk membuat suatu lingkungan black water (lengkapnya bisa baca di majalah Aquatica vol.01 No.02 by Wahyu PK,bisa didapat di toko "N1wan Red" ). Foto DAUN KETAPANG http://gallery.o-fish.com/ketapang

Yang pernah saya alami pada point (2) reaksinya sangat cepat yaitu kurang dari 24 jam, aro sudah berenang stabil, sirip dan dayung mengembang, lincah dan respons thd makanan yg diberikan.
</span><table border="0" align="center" width="95%" cellpadding="3" cellspacing="1"><tr><td>Quote </td></tr><tr><td id="QUOTE">Pengobatan yg saya sudah jalankan sejak 4 hari lalu, menggunakan heater 32 drajat, garam dan pomate. Sekarang, saya tambah dng antibiotik Dumex (tetracyclin). Tapi kayaknya ngak begitu mempan.
[/quote]<span id='postcolor'>Saya juga pernah melakukan tindakan seperti itu, dalam dua hari tidak respons saya ganti terapi dg larutan ketapang. Suhu 30,5-31,0*C. Bahan2 kimia yg digunakan hanya sedikit garam dan larutan ketapang tanpa antibiotik atau bahan obat kimia lain. Saya mengganti air (termasuk sifon) 10-20% per-hari (jika aro stabil normalnya 30 %). Level air diturunkan setinggi panjang ikan untuk mengurangi tekanan.

Saran : penggantian air tidak berbeda drastis, max 30%, untuk saat ini max 20% dg air yg teraerasi dan suhu yg sama. Jaga kebersihan, kalo perlu sifon sehari dua kali. Suhu tidak perlu terlalu tinggi, menghindari efek perkembangan mikroorganisme dan amonia. Jika dikhawatirkan ada suatu infeksi mungkin bisa ganti antibiotik ke amoxycillin 500 mg/100 lt (Dumex berganti merek jadi Alpharma). Sementara puasakan dulu.
Sumber makanan kotor : makanan untuk ulet hk yg busuk/kotor, anak ikan/udang/kodok yg tidak dikarantina dahulu.

Salam,
dOels
dOels is offline   Reply With Quote