Quote:
Originally Posted by jonatan_81
|
Thanks bro Jonatan

, melihat pengalaman anda dengan ular cobra memang menyeramkan.
Tetapi beberapa ular cobra yang sudah sangat langka salah satunya king cobra, albino cobra, hypo dll, sangat disayangkan kalau langsung dibunuh karena ular ini salah satu bagian dari mutual symbiosis dalam ekosistim dan lingkungan yang dapat mengstabilkan populasi tikus dan binatang lainnya.
Memang hal yang lumrah kalau ketemu ular, kita langsung panik/takut sehingga muncul self defence pertahanan diri dan keluarga, bahkan ular python yang tidak berbisapun bisa jadi korban dibunuh dll, salah satunya yang sudah appendix1 adalah python molurus molurus.
Mereka membunuh untuk daging dan kulitnya, memang harganya per ekor cukup lumayan dari 150rb - 250rb per ekor babynya, dan sejak 15-20 tahun yang lalu orang luar sudah biasa membeli python ini dari penduduk bahkan menyuruh penduduk untuk mencarinya yang kemudian oleh mereka dibawa ke luar negeri untuk dibreeding.
Hasilnya breeding (F4 - CB) tersebut dijual kembali ke Indonesia dengan harga 10x sampai 1000x lipat dari harga normalnya karena sudah menjadi morph baru, warna baru , strain baru dan macam2 lah ....., contoh : molurus albino baby Rp. 2,5jt - 3,5jt, retic albino baby 7 - 200 jt (tergantung jenisnya lagi tiger, supertiger, lavender hingga platinum).
Tetapi memang mereka kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang baru dari awalnya sehingga menghargainya amat tinggi dibandingkan dari jenis normal yang didapat dari hutan (WC).
Ini sekedar intermezo saja, mohon koreksi bila ada kesalahan, thankssss
