Mungkin Bapak salah ngerti maksud saya tentang gH diukur dari mana.

Hardness / gH memang berarti Ca, Mg, Na, etc alias cation. Masalahnya gH tester yang ada biasanya hanya mengukur kadar Ca dan Mg saja, dikarenakan kedua unsur inilah mayoritas dari cation yang ada, sehingga mewakili nilai hardness dengan cukup akurat. Namun hal ini menjadi tidak akurat ketika IER rumah tangga turut berperan. Saya lanjutkan tentang ini di bawah.
So asumsi Bapak bahwa terbentuknya CaCl2 berarti terjadi peningkatan hardness adalah kurang tepat. Yang diukur toh Ca-nya (cation-nya) bukan CaCl2.
CaCO3 adalah basa, bukan garam biasa. CaCl2 adalah garam biasa. Pembentukan CaCl2 pada mulanya tidak tidak apa-apa, namun karena diberikan aerasi maka ion Cl- akan lepas dan CaO terbentuk kembali. CaO ini larut dalam air membentuk Ca(OH)2 yang pada gilirannya membentuk ion OH- yang basa. Masalahnya jika ada ion bebas Ca++ maka air menjadi "keras" atau hardnessnya meningkat kembali. Ketika dia (Ca++) masih berikatan dengan CO3--, dia dilihat juga sebagai ikatan bebas (Ca++) yang mempengaruhi kekerasan air tersebut.
Itu contoh untuk ion Ca++, nah mengapa saya katakan penambahan Asam, akan meningkatkan hardnessnya adalah bahwa ketika ditambahkan asam, maka banyak kation-kation lain (selain Ca++) dan bahkan kadang logam (Al, Fe, dll) yang menggaram dan menyumbangkan kesadahan air tersebut.
2. Pelarutan O2 dan CO2 mempengaruhi nilai pH. Ada kok yang pake CO2 untuk meng-alter nilai pH. Bagannya juga banyak kok tersedia di internet. Tapi O2 dan CO2 tidak menaikkan ataupun menurunkan hardness, tetapi berhubungan dengan alkalinitas.
Coba lihat ketika pH meter dan gH meter pada saat bersamaan, perhatikan jika pH berubah maka gHnya berubah juga. Itu artinya ada kation-kation bebas yang terbentuk karena melepaskan OH- (basa) atau mengikat H+ (asam) akibat pengaruh penambahan O2 ataupun CO2 tersebut. Coba dech perhatikan...
3. IER itu singkatan dari Ion Exchange Resin... resin yang mempertukarkan ion... so ga cuman mengikat saja, tapi ada yang dilepaskan ke air juga.
Yang dipertukarkan adalah muatan negatif (untuk resin positif) ataupun muatan positif (untuk resin negatif) yang bertujuan mengikat ion-ion lawan jenisnya. Resin positif akan mengikat ion-ion negatif demikian juga sebaliknya. Pada resin negatif, maka akan diikat ion-ion positif seperti Na+, Ca++, Mg++ dll sedangkan anionnya (CO2, Cl2, O2, dll) akan terbang ke udara atau larut dalam batas kecil didalam air itu (karena Ca++ berasal dari CaCO3, Na+ berasal dari NaCl, dst)
4. IER juga kan isinya macem-macem Pak. Bapak perlu membedakan antara IER rumah tangga dan IER industry. IER rumah tangga yang biasa disebut water softener itu biasanya hanya berisi resin cation Na+. Beda lagi dengan IER industry yang berisi resin cation H+ dan anion OH-. Makanya IER industry bener-bener menghasilkan air murni (H + OH -> H2O) seperti halnya RO.
Sedangkan IER rumah tangga mengambil terutama Ca & Mg dan menukarkannya dengan Na sebanyak Ca & Mg yang diambil. Kalo diukur pake gH tester yang hanya mengukur Ca dan Mg, gH-nya sepertinya turun (air jadi soft) tapi sebenarnya airnya tetap penuh dengan Na alias hardnessnya tetap.
Oke, mengerti. IER rumah tangga untuk Ca++ saja. Tetapi Na+ sebenarnya mempengaruhi hardness juga.
5. Bapak tentu tahu donk bahwa kalo IER sudah jenuh perlu diregenerasi supaya proses softening bisa berhasil. Nah, salah satu media untuk meregenerasi IER rumah tangga itu dengan menggunakan larutan brine aka larutan garam (NaCl) pekat. Tujuannya kan supaya resin "kuat" lagi di dalam menarik Ca & Mg dan menukarnya dengan Na. Makanya IER rumah tangga sebenarnya kurang tepat dipergunakan untuk keperluan ikan.
Ada juga resin lainnya untuk keperluan khusus untuk waste industry tapi yang umum yah yang disebut di atas.
Sebenarnya untuk "mencuci" IER digunakan HCl, karena ion Cl- sangat kuat sekali menarik kation2 (Ca++, Mg++ dll) dari resin tersebut. Namun untuk keselamatan dan kenyamanan kerja, pakai NaCl (garam dapur) yang pekat pun tidak apa-apa, karena toch electronegativitas Ca++ dan Mg++ lebih besar dari Na+
6. Balik lagi ke permasalahan awal bahwa menurut Bapak apabila menggunakan asam biasa, maka pH turun namun gH naik. Kita lihat kalo CaCO3 dikasih NaCl
CaCO3 + 2 NaCl -> Na2CO3 + CaCl2
Nah, udah jelas kalo dikasih garem NaCl, maka hardness naik karena ada penambahan Na, namun buffer tetep.
CaCO3 + 2 HCL -> MgCl2 + H20 + CO2
Mg(HCO3)2 + 2 HCl -> MgCl2 + 2 H2O + 2 CO2
Seperti Bapak bisa lihat 2 cation yang ditambahkan (2 H+) 2-2-nya sudah dipakai untuk menghasilkan H2O. CaCO3 dan Mg(HCO3)2 pun adalah garam, jadi yang terjadi hanyalah perubahan bentuk garam. So tidak ada perubahan sama sekali dalam hardness, tidak ada cation yang ditambahkan. So, darimana hardness bisa bertambah kalo cation tidak bertambah?
Bisa tolong dijelaskan Pak?