View Single Post
Old 01-20-2009, 12:27 PM   #6
taras
NAC MEMBER
 
Join Date: Sep 2007
Location: jakarta
Posts: 5,890
Default Re: Teori ttg kebakaran Plumpang

Sedikit menambahkan informasi mengenai type2 kebakaran :

Kelas A :
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kayu, plastik, karet busa dan lain-lain. Media pemadam kebakaran ini berupa air, pasir, karung goni yang dibasahi dan alat pemadaman kebakaran racun api tepung kimia.

Kelas B :
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda yang mudah kebakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, gas elpiji, spritus, alkohol dan lain-lain. Media pemadaman ini berupa pasir, dan alat pemadam racun api tepung kimia kering, dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan terbakar sehingga apabila dipergunakan air maka kebakaran akan merambat dan melebar kemana-mana.

Kelas C :
Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran ini berupa alat pemadam kebakaran racun api tepung kimia kering. Matikan dahulu sumber listrik agar aman dalam memadamkan api

Kelas D :
disebut kebakaran KHUSUS / LOGAM yang terdiri Besi, Aluminium, dan Bahan Kimia. Kebakaran ini memang jarang terjadi dan apabila terjadi sangat sulit dipadamkan


Sedangkan media pemadam dalam kebakaran itu sendiri dibagi menjadi beberapa
bagian sesuai dengan kelas kebakaran, yaitu:

* Kimia kering / Dry Chemical
Media yang digunakan dalam APAR ini adalah partikel-partikel kimia yang mencakup sodium bikarbonat, potassium bikarbonat, potassium bikarbonat berbahan dasar urea, potassium klorida atau mono kromonium fosfat yang dicampur secara khusus sehingga dapat menyerap panas. Cara kerja dari pemadam ini adalah dengan merusak reaksi kimia pembakaran dengan membentuk lapisan tipis pada permukaan bahan yang terbakar. Untuk jenis dapat digunakan untuk kelas kebakaran A, B maupun C.

* Foam
AFFF atau Aqueous Film Forming Foam adalah campuran busa yang dilarutkan dalam air, berfungsi sebagai penghalang tercampurnya udara dengan uap bahan bakar dengan cara membentuk lapisan film hidrokarbon pada permukaan bahan bakar untuk menekan timbulnya uap bahan bakar. Biasanya digunakan untuk jenis kelas kebakaran D.

* Halon
Media ini merupakan senyawa gas hidrokarbon yang salah satu atau lebih gugus hidrogennya diganti dengan atom halogen atau atom bromine. Sifatnya stabil. Cara kerja dari jenis pemadam ini adalah dengan mengikat oksigen, sehingga memutus rantai reaksi kimia pada proses pembakaran. Biasanya digunakan untuk memadamkan jenis kelas kebakaran C. Namun saat ini sudaj jarang digunakan karena mempunyai efek samping terhadap ozon.

* Karbondioksida (CO2)
Cara kerja dari pemadam jenis ini adalah dengan menyingkirkan oksigen dari area kebakaran dan memisahkannya dari bahan bakar, karena CO2 lebih berat dibandingkan dengan oksigen. Karena gas CO2 tersimpan dalam fasa cair dengan tekanan tinggi, maka suhunya pun sangat rendah (dibawah -78ÂșC), sehingga pemadamannya juga dilakukan dengan metode pendinginan. Media ini biasanya digunakan untuk jenis kebakaran kelas C.

* Air
Untuk jenis pemadam ini biasanya digunakan hanya untuk jenis kebakaran kelas A saja.

* Powder / Bubuk Kelas D
Bahan powder ini khusus digunakan untuk kelas kebakaran D atau kebakaran yang melibatkan bahan dasar logam. Bahan dari powder ini adalah campuran antara sodium klorid dan material thermoplastik.

* Kimia basah / Wet Chemical
Pemadam jenis kimia basah merupakan campuran berbahan dasar potassium asetat yang digunakan untuk memadamkan bahan yang digunakan dalam proses memasak. Cara kerja dari jenis pemadam ini adalah dengan mendinginkan bahan yang terbakar dan membentuk lapisan yang memisahkan antara api dan udara.
ebakaran kelas D disebut kebakaran KHUSUS / LOGAM yang terdiri Besi, Aluminium, dan Bahan Kimia. Kebakaran ini memang jarang terjadi dan apabila terjadi sangat sulit dipadamkan.
taras is offline   Reply With Quote