View Single Post
Old 10-15-2008, 09:38 AM   #32
taras
NAC MEMBER
 
Join Date: Sep 2007
Location: jakarta
Posts: 5,890
Default Re: Bisakah kamu melakukannya?

Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap
melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam
carabiner(pengait) yang tampak bergelantungan.
Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya.
Pendakian kali ini cukup berat,persiapan yang dilakukan pun lebih
lengkap.

Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak
terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak
disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi
didalamnya.

Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang
terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak
menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.

Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding
yang terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah.
Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu
terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah
beberapa kait ditancapkan,tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari
atas.

Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju
tampak deras menimpa tubuh sang pendaki.
Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru
angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.

Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit.
Namun, untunglah,tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya
dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya
ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung
terbalik di dinding yang terjal itu.
Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. ia tak tahu dimana
ia berada. Sang pendaki begitu cemas, lalu ia berkomat-kamit, memohon
doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini.
Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.

Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar
suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu.
"Potong tali itu.... potong tali itu. Terdengar senyap melintasi telinganya.
Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan?
Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan?
Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya,
sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju
ini, bagaimana aku bisa tahu?

Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan
ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...

Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang
tergantung terbalik di sebuah dinding terjal Tubuh itu tampak
membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan.
Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....

***

Teman, kita mungkin akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak
mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan
pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu
tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang
hanya berjarak 1 meter.
Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru
membuatnya terhalang.

Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak
melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak
sekali beban,masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan
kehidupan ini.
Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus
menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang
lurus,tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu?

Namun teman, cobaan yang diberikan Sang Pencipta buat kita, adalah
latihan,adalah ujian, adalah layaknya besi-besi yang ditempa, adalah
seperti pisau-pisau yang terus diasah.
Sesungguhnya, di dalam semua ujian, dan latihan itu,ada tersimpan
petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.
Ya, asal kita percaya. Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang
Pencipta, sehingga mampu membuat kita "memotong tali pengait" saat kita
tergantung terbalik?
Seberapa besar rasa percaya kita kepada Sang Pencipta, hingga kita mau
menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?

Karena percaya adanya di dalam hati, maka tanamkan terus hal itu dalam
kalbumu. Karena rasa percaya tersimpan dalam hati,maka penuhilah
nuranimu dengan kekuatan itu.

Teman, percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk Sang Pencipta dalam
setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini. Carilah, gali, dan
temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya,
maka petunjuk itu akan datang dengan tanpa disangka.

*************
Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaa
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan
Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasila
Ambillah waktu utk beramal, itu adalah kunci utk menuju surga

Gunakah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar
kembali
taras is offline   Reply With Quote