N1wanRed FORUMS

N1wanRed FORUMS (https://www.n1wanred.com/isi/forum/index.php)
-   Be Bas (https://www.n1wanred.com/isi/forum/forumdisplay.php?f=37)
-   -   VIVA pakMenteri!! (https://www.n1wanred.com/isi/forum/showthread.php?t=4807)

JD Winata 07-19-2006 06:51 AM

VIVA pakMenteri!!
 
Ternyata 45 menit sebelum gempa dan tsunami di Pantai Pangandaran ,Jepang sudah memberikan peringatan bahkan sampai panik dan menelepon lsg lwt jalur diplomatik , berita sudah sampai dan di terima oleh pihak2 yg bertanggungjwab di Indonesia dan didiamkan saja ,ktika ditanya wartawan (asing) krn mrk tahu Jepang mengkonfirmasikan early warning emergencynya ,dgn tenang pak Menteri menjawab : "Kalo bener Tsunami ,kalo tidak lalu gimana? "
Bravo!!!
45menit ,bahkan 30 menit pun sudah cukup menyelamatkan 100nyawa manusia lho andai saja warning itu diberitakan krn di hotel2 Pangandaran ada sarana emergency speaker .
Salute dan angkat topi utk pak menteri (check sendiri ntar di koran2 /mungkin besok beritanya ada di koran lokal) !
Kalo di jepang nich ,tuh menteri bisa dipaksa harakiri didepan umum

dony 07-19-2006 07:37 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
mentri apa tuh pak ? lagian itu mentri ato mantri :D

rianfish 07-19-2006 08:00 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
baru dengar nih Hans, Mentri apa ya? siapa yg bertanggungjawab?
Dulu aja, ada mentri yg sampe bongkar situs purbakala Batu tulis, krn dpt petunjuk ada harta karun di bwhnya... hehehe...

JD Winata 07-19-2006 08:09 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
Di CNN udah rame tuh jadi bahan irony jokes , jangan2 yg di Aceh juga dah ada warning juga cuma dicuekin.
" Kalo benar nanti Tsunami ,kalo ternyata tidak terjadi ,gimana hayoo??"
Salute pak!

NB : di Jawa Pos hari ini ternyata sudah dimuat tuh , baru aja gue liat

rianfish 07-19-2006 08:19 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
tp evakuasi nya, harus sepanjang pantai selatan Jawa barat kah? apa sdh diberitahu juga titik gempanya kira2.

jomblo 07-19-2006 08:24 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
Mentri Geblek :bad: :angry: :eviltounge:

Peringatan Jepang Diabaikan, Rabu, 19 Juli 2006,
http://www.jawapos.co.id/




Depsos: 357 Tewas, 229 Orang Hilang
PANGANDARAN - Sejumlah wisatawan asing ikut menjadi korban tsunami di Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, Senin (17/7) lalu. Hingga kemarin, Kantor Menko Kesra mencatat, jumlah korban yang telah ditemukan tewas mencapai 341 orang dan 229 lainnya masih hilang. Menurut data Departemen Sosial (Depsos), hingga pukul 20.00 tadi malam, jumlah korban tewas 357 orang.

Di antara para korban tewas, ada lima warga negara asing. Yaitu, dua warga Arab Saudi dan masing-masing satu orang dari Jepang, Swedia, dan Belgia. Memang, sejumlah kawasan wisata di pinggir pantai ikut dihantam tsunami. Yang terparah adalah wisata kuliner seafood di bibir Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Di area wisata itu, ditemukan 100 korban tewas.

Besarnya jumlah korban tersebut seharusnya tidak terjadi. Sebab, sebelum tsunami datang, sudah ada dua lembaga regional yang memberikan peringatan kepada pemerintah. Sayang, dua peringatan itu diabaikan.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mengakui, pemerintah menerima warning dari Pacific Tsunami Warning Center dan Badan Meteorologi Jepang sesaat setelah ada gempa. "Tetapi, kami tidak mengumumkan warning itu. Kalau tsunami-nya tidak terjadi bagaimana?" kata Kadiman kepada wartawan seperti dikutip AP (Associated Press). Namun, Kadiman menolak menjelaskan lebih detail tentang hal itu.

Peringatan dari dua lembaga tersebut dikirimkan 45 menit sebelum gelombang tsunami datang. Tetapi, tanpa sistem otomatis yang siap, seperti melalui loudspeaker atau SMS (layanan pesan singkat) yang bisa menjangkau warga atau turis di sekitar pantai, sulit menghindari jumlah korban dalam jumlah besar.

Sebetulnya Indonesia memiliki sistem peringatan dini untuk mendeteksi akan datangnya tsunami. Peralatan itu merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia. "Tetapi, sistem ini tidak bekerja dengan baik karena tidak ada peralatan pendukungnya. Saat ini, kami terus mengembangkan sistem komunikasi yang baik, terutama di daerah yang rawan bencana," kata Fauzi, pejabat Badan Meteorologi dan Geofisika Jakarta, seperti dikutip AFP.

Berdasar laporan Menko Kesra Aburizal Bakrie yang kemarin telah berkunjung ke Pangandaran, 341 orang yang meninggal dunia itu tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Jogjakarta. Di Jawa Barat, 182 orang meninggal di Ciamis, 54 orang di Tasikmalaya, dan 3 orang di Banjar. Di Jawa Tengah dan DIY, 102 orang meninggal, yakni 91 orang di Cilacap, 7 orang di Kebumen, dan 4 orang di Gunung Kidul.

Selain itu, 229 orang hilang dengan kemungkinan telah meninggal dunia. Yakni, di Ciamis 84 orang, Tasikmalaya 22 orang, Cilacap 73 orang, dan Kebumen 46 orang. Selain itu, 24 orang menderita luka berat, 58 orang luka ringan, dan 70 orang dirawat di rumah sakit.

"Sebanyak 23.400 orang mengungsi di Jawa Barat dan 35.239 orang mengungsi di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutip data yang dilaporkan oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie kemarin.

Sementara itu, upaya pencarian korban tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 7,7 skala Richter terus dilakukan. Petugas gabungan mulai membongkar bekas-bekas reruntuhan bangunan. Di sini mereka menemukan mayat-mayat bergeletakan.

Seorang warga Swiss, Heff Martin, 26, mengaku masih trauma dengan apa yang baru dia lihat bersama tunangannya. "Kami hanya punya waktu sekian detik untuk bisa berpikir jernih dan menggunakan akal sehat menghadapi situasi yang terjadi," katanya.

Menurut Martin, saat itu banyak orang berteriak-teriak di luar hotel tempatnya menginap. Salah seorang staf hotel keluar untuk melihat apa yang terjadi. Tetapi, dia kembali dan berteriak, "Ada gelombang, ada gelombang. Lautan datang, lautan datang," kata Martin menirukan staf hotel tadi.

"Kami langsung berlari menuju ke lantai dua dan sesaat kemudian air pasang itu datang dan menghantam lantai satu hotel kami. Kami lima menit di lantai dua sebelum kemudian naik ke genting dengan membongkar atap," katanya.

Agus Sutrisno, kepala Satkorlak Ciamis, mengatakan, ada 1.500 sukarelawan yang diterjunkan untuk mencari mayat dan korban yang masih selamat. "Kami memperkirakan ada banyak orang yang terkubur reruntuhan. Tetapi, terus terang kami kesulitan peralatan berat seperti truk pengeruk dan gergaji mesin," kata Agus.

Seorang warga Australia yang berprofesi sebagai guru menceritakan bahwa peringatan dini satu-satunya hanya suara deburan ombak. "Ada suara ombak bergulung-gulung, makin dekat dan semakin dekat. Kami mencoba melihat ke jalan dan yang tampak ada air," kata Wayne Proctor, 46.

Proctor mengatakan, dirinya beruntung sudah berada jauh dari pantai saat tsunami datang. "Kalau kami masih ada di dalam hotel, mungkin kami tewas," katanya. (fan/noe/ein/ap/afp)


Aro_Wongkito 07-19-2006 08:25 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
:bad: Menteri Riset dan Teknologi : Kusmayanto Kadiman (Sumatera Ekspress 19 Juli 2006) :bad:
kok dia ga mikir sebaliknya ya???kalo bener-bener terjadi tsunami, berarti waktu yang dimiliki cuma sedikit untuk menyelamatkan penduduk...:mad:

Aro_Wongkito 07-19-2006 08:30 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
gw bener-bener ga habis pikir, kok bisa jadi menteri????bukannya mikirin keselamatan rakyat.....:mad: :mad: :mad:

JD Winata 07-19-2006 08:36 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
Early warningnya utk siaga akan terjadi tsunami (pasti) di pesisir garis pantai Jawa , walau waktu singkat tapi kalo diberitakan via peringatan dini ke Hotel2 di sekitar pesisir pantai atau lwt aparat Kepolisian ,setidaknya org2 sempat lari ke pedalaman dan pasti akan ada nyawa yg terselamatkan . 45menit ,cukup lama lho utk menyelamatkan diri .
DI Bali lbh parah lagi , detector tsunami di lepas pantai lenyap di jarah orang he he he ,hari ini Bakorsarnas Bali panik cari2 alat tsb di laut

hokhok 07-19-2006 09:06 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
aje gile nich menteri..:eek: mungkin kebanyakan mikirin duit jadi gak punya hati nurani lagi buat mikirin keselamatan rakyatnya...:cry:

coba kalau yg nelpon bilang gini : "pak menteri, kemungkinan besok ada uang jutaan dolar akan di trf ke rekening anda.." kira2 pak menteri percaya nggak ya..???:eviltounge: :D :p :D :D

pethouq 07-19-2006 09:23 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
LUAR BIASA .... (gobloknya) :bad:

orang dengan kualitas seperti ini sangat dibutuhkan di jepang, buat campuran sendal jepit..

Marshall 07-19-2006 09:26 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
Kayaknya menteri kayak begini :mad: :angry: :eviltounge:

hengky 07-19-2006 09:44 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
Indo Sucks!!:bad: :eviltounge:
Bangga nya jd menteri :eviltounge:

adira 07-19-2006 09:50 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
mungkin jalur informasi dari jepangnya harus dirubah, jepang suruh ngomong ke paranormal dulu baru suruh menginformasikan ke birokrat, bakalan dipercaya wong kita itu lebih percaya paranormal ketimbang tehnologi:D :D :D :eviltounge:

JD Winata 07-19-2006 10:10 AM

Re: VIVA pakMenteri!!
 
Salah pihak Jepangnya sich , kurang tahu cara komunikasi dgn Indonesia , mestinya dia transfer dulu dana ke rekening menteri tsb , baru deh menteri tsb mau ngumumkan ada peringatan tsunami ,krn sudah terbina hubungan baik sebelumnya lwt pendekatan rekening pribadi ybs, kalo belum kenal baik khan pak menteri gak percaya , KALO LALU GAK TERJADI TSUNAMI GIMANA HAYOO???


All times are GMT +7. The time now is 12:04 AM.

Powered by vBulletin® Version 3.6.5
Copyright ©2000 - 2026, Jelsoft Enterprises Ltd.
N1wanRed.com