| dOels |
12-16-2002 01:31 AM |
Waduh itu Bung Niwan "ngedandanin" Aro sampe lipstiknya blepotan ! Merah tenan ....beli aro yg kayak gini nih... nggak pusing identifikasi segala. Peralatannya gile bener...(sampai tergaga-gaga)
Tapi ....., ada tapinya .... | Quote | Saat kunjungan si Aro lagi dalam pengobatan karena terserang jamur pada sirip bawahnya, akibat perubahan cuaca ke musim hujan, tinggal 1 titik jamur membuat gregetan ya Pak. Suhu air aquarium dinaikann 31.5C, si aro sedikit drop warnanya ...[/quote]Nah ini yg jadi pertanyaan saya,
- kenapa dg perubahan cuaca aro bisa jamuran ?
- apakah karena faktor lain?
- mengapa suhu air mesti dinaikkan sampai 31.5*C?
DISCUSS
JAMURAN
Meminjam istilah iklan : Cakep2 kok jamuran ?
Kemungkinan ada yg tidak beres yg mengganggu kestabilan kondisi akuarium. Dg setting yg pas, diharapkan keadaan2 lingkungan tidak mempengaruh kestabilan.
Dahulu aro saya selalu diliputi masalah jamur dan bisul yg diikuti penggunaan bahan2 kimia, garam dll. Sekarang masalah itu sudah berlalu, bahkan aro baru yg jamuran saya taruh di akuarium tanpa saya kasih bahan2 kimia, dalam 3-4 hari jamurnya hilang. Saya kurang tau kemana hilangnya jamur2 itu (daag jamuur). Tapi seingat saya, saya menggunakan berbagai media dalam akuarium, termasuk filter internal yg tidak terkendali, kualitas air yg jelek. Jamur dan mikroorganisme lain tentu memiliki kondisi yg pas untuk berbiak, kalo kondisi itu terpenuhi maka ramailah dia.
FILTER
| Quote | Pak Win berpendapat air adalah media TERPENTING, bagi ikan, karena itu janganlah berhemat pada sistem filter bila ingin memelihara ikan hias berhasil, perbandingan ideal filter dan aquarium adalah 1:1.[/quote] Tak disangkal lagi air bagai udara bagi manusia. Untuk membuat kondisi air yg bagus, filter bukanlah satu2 faktor, bahkan filter bisa jadi bumerang ? . Khusus buat arowana yg dipelihara soliter, bukan buat breeding, sebagai maskot/kebanggan tentu akan sangat berbeda dg sistem pemeliharaan misalnya untuk aquascaping atau massal. Kalau nggak salah dulu (aromania)rekan kita pernah mengutarakan tentang filter "dry and wet" yg memiliki keunggulan bahkan dibanding dengan filter merek mahal semacam EHEIM. Tapi pembahasannya berhenti, kebetulan ada artikel baru tentang DRY & WET FILTER | Quote | Aro berhabitat di PH air 6.5-7[/quote]ada sumber lain yg mengatakan pH(power of Hydrogen) yg dikehendaki arwana berkisar antara 6-8,5 (Bambang Agus Murtijo,Penangkaran Ikan Arwana,Penerbit Kanisius,hal.55) Apakah sudah di bandingkan aro merah ini dg pH 8,5, air tua, cahaya dan warna lingkungan memadai? Suhu di kisaran 25-27*C (saya sesuaikan tidak jauh dari suhu sekitar : 29-30* C, krn tanpa heater suhu tsb sering tercapai). Suhu tinggi juga mengakibatkan efek samping yg tidak diinginkan ( Amonia, suburnya mikroorganisme )
Sekarang memang banyak dijual alat2 untuk mengukur kondisi kimia air akuarium (pH,Nitrit,dll). Tapi adakah pengukuran untuk memantau mikroorganisme (jamur, cacing, larva, kutu,dll) ?
Diyakini air dari sumber tanah (bukan sumur dangkal) lumayan cukup baik kebersihannya, yg layak minum. Tanah telah memfilter air menjadi kondisi seperti itu, hanya perlu aerasi. Di daerah yg air tidak jadi masalah (penggunaaan sumur bor/PAM) ada keniscayaan peran filter hampir hanya sebagai pelengkap agar akuarium tidak terganggu dg debu2/kotoran, jadi semacam "sapu kaca" mobil. Justru dg memberikan peran besar kepada filter kita akan dihadapkan pada maintenance filter dan pengawasan kondisi air tank.
KESTABILAN KUALITAS AIR KHAS UNTUK ARWANA
Kestabilan, sebuah obsesi saya untuk keadaan akuarium, seperti halnya dalam sebuah danau yg tidak tercemar, semua komponen lingkungan saling mendukung untuk terciptanya kestabilan. Begitu pula yg diharapkan dalam sebuah tank tempat arwana tinggal. Jika tersedia air yg berlimpah, penggantian air rutin adalah hal utama. Filter yg dinamis, dan mencegah terdapatnya "dead space" . Karakter air bersih "adalah bersih dan membersihkan". Karena itu filter yg kotorpun bahkan bisa "tercuci" bersih dg sirkulasi air ini. Sekiranya bahan2 kimia yg beracun bisa "ditawarkan", sejauh mana filter bisa terawasi menangani mikroorganisme (lewat dominasi populasi bakteri bioball?). Jasad2 renik itu saya pikir tak akan mampu tersaring hanya dg filter (filter UV?).
Kurang lebihnya mohon koreksi.
|
| N1WAN |
12-16-2002 11:16 PM |
| Quote | Wah numpang nanya dong medianya pake apa aja tuh???
[/quote]
KRISTANO,
Media filternya yang saya tau, terdiri dari kapas, bioball, dan keramik ring. (Pak Win bisa dikoreksi bila ada yang salah dan kurang)
| Quote | sama nanya kalo saya pake air bogor, setelah berapa hari baru boleh diisi ikan??? Niwan saya Alex, dua hari cukup???
trims[/quote]
Bila kita melihat di kolam, empang atau sungai, mengapa ikan bisa hidup tanpa aerasi dan filter ?
Menurut saya hal ini di karenakan ekosistem yang terpadu telah terbentuk sempurna.
Kita sering melupakan komponen bakteri pengurai dalam pembentukan ekosistem aquarium kita, akibatnya terjadilah masalah-masalah yang disebut "Syndrom Aquarium Baru"
Kita sebaiknya memberi kesempatan bakteri pengurai terbentuk dalam sistem filter dan air aquarium kita, dengan cara menjalankan sistem filter kita berjalan tanpa ikan di aquarium yang baru kurang lebih 1 minggu, dapat dipercepat dengan bakteri starter yang di jual di toko aquarium dan menyediakan media filter sebagai tempat bakteri berkembang seperti bioball dan keramik ring, bila kita gunakan pengukur kadar ammonia (NH3) terlarut, dari hari-hari ke hari akan turun hingga pada batas aman, itulah waktunya bagi kita untuk menempatkan ikan hias kita ke dalam aquarium.
Demikian pula saat mengganti air lebih dari 50%, usahakan jangan bersamaan dengan membersihkan filter atau medianya, karena akan membuat berantakan ekosistem bakteri pengurai yang telah terbentuk sebelumnya (mulai dari awal)
Mungkin ada rekan-rekan yang lebih bisa menjelaskan secara detil dan rinci mengenai masalah ini
|
| N1WAN |
12-17-2002 12:11 AM |
| Quote | Nah ini yg jadi pertanyaan saya,
- kenapa dg perubahan cuaca aro bisa jamuran ?
- apakah karena faktor lain?
- mengapa suhu air mesti dinaikkan sampai 31.5*C?
[/quote]
Di saat perubahan cuaca dari musim kemarau berkepanjangan ke musim penghujan, saya perhatikan ada saja aro stock saya 1-3 ekor yang kena jamur, baik itu white spot maupun jamur coklat di punggung aro, juga kutu jarum.
Dan ini tidak saja terjadi pada aro saya saja, temen-temen yang lain juga.
Karena itu saya berkesimpulan pergantian musim menyebabkan penyakit aro, walaupun mungkin tidak semua yang kena hanya aro-aro yang dalam kondisi lemah saja yang terkena, kasus ini sama halnya kurang lebih seperti wabah flu atau demam berdarah pada musim penghujan.
Kebanyakan yang terserang yang menggunakan air langsung dari tanah bukan air pam.
Selain itu pergantian musim, mengakibatkan perubahan suhu yang cukup drastis di air aquarium, di saat siang dan malam, kondisi ini sedikit banyak membuat aro stress, lalu kondisinya lemah dan gampang terkena penyakit.
| Quote | - apakah karena faktor lain? [/quote]
Bila karena faktor lain, mengapa hanya terjadi saat atau sering terjadi pada saat pergantian musim ...,di saat musim penghujan ...(tentunya perlu pembuktian lebih lanjut tentang ini)
| Quote | - mengapa suhu air mesti dinaikkan sampai 31.5*C?[/quote]
Maksud Mas Doels, kenapa harus suhu tinggi atau karena suhunya tanggung 31.5C?
Bila ada yang kurang dan salah, bisa ditambahkan dan dikoreksi.
|
| dOels |
12-17-2002 10:28 AM |
JAMUR
Untuk masalah jamur ini saya experimen kecil2an.
Dengan kesimpulan sementara :
- kualitas air bersih dari bahan organik, bukan cuma jernih.
- tidak ada "dead space", dimana air kurang pergerakan.
- Suhu relatif konstan 29,5-30*C
Saya mengusahakan bagaimana tiga faktor tersebut bisa dihadirkan. Akuarium saya di luar ruangan (kontak dg udara terbuka) dimana bisa terjadi fluktuasi suhu secara extrem, pasang heater dan termometer (ada hobiis yg hanya mengandalkan pada skala heater, suhu tinggi tidak terpantau-aro stress). Volume air rata2 260 lt. Kualitas air dijaga dg pensifonan tiap hari (pengaturan isi dan sifon menggunakan kran yg dekat dg tank). Penggantian air (sifon) rata2 10% perhari dg air tanah yg ditampung dalam kapasitas 200 lt diaerasi 3 Watt dalam 12-24 jam. Satu atau dua pekan sekali air diganti 70-80 % . Dengan cara pemeliharaan semacam itu, kadang filter di-non aktifkan. Penjagaan oksigen/penguapan gas beracun dg semprotan arus atau air jatuhan filter. Dua pekan sekali dinding tank digosok. Untuk mengatasi parasit lain (tank treatment) sebagai pencegahan saya sedang uji coba kecil2an menggunakan PK cair. Saya menguji arwana 31 cm dg kondisi perut kenyang dan arwana 20 cm dalam keadaan lapar menggunakan larutan PK cair dg dosis tertentu. Uji coba pertama yg diharapkan berlangsung 3 (tiga jam/sesuai dosis anjuran untuk arwana) dihentikan dalam jam pertama karena arwana menunjukkan gejala "uncomfortable". Pada keadaan ahir larva2 yg mirip cacing putih sudah berguguran. Uji coba mendatang akan menggunakan waktu dalam 30 menit. Mudah2an aro selamat 
|
| N1WAN |
12-17-2002 12:06 PM |
| Quote | - Suhu relatif konstan 29,5-30*C[/quote]
Mas Doels,
Kurang dan salahnya saya, Pak Win atau rekan-rekan yang lain, tidak melengkapi dengan heater, heater baru dipergunakan bila sewaktu aro sakit saja. Bagi saya sendiri yang memiliki aquarium 10-15 buah, mabok juga bila mesti menyediakan heater sebanyak 10-15 buah, belum listriknya, mesti cari solusi lain nich
|
| arwan |
12-17-2002 12:19 PM |
Bang N1wan, foto-fotonya menarik. Saya tertarik dengan "fondasi" akuariumnya pak Win yang kayaknya terbuat dari batu bukan? Terlihat natural dan artistik!
Buat Bang Doels, anda benar-benar experimenter sejati, hati-hati dengan arwananya. Hasil experiment bisa dijual lho dalam bentuk buku.
|
| winarno |
12-17-2002 05:44 PM |
| Quote | Wah numpang nanya dong medianya pake apa aja tuh???[/quote]
Utk medianya seperti yg bang N1wan katakan adalah kapas, bioball, dan keramik.
1). Kapas saya pergunakan sebagai mechanical filter
2). Bioball sebagai media utk "Wet and Dry" filter, dan
3). Keramik saya pakai utk biofilter biasa.
Kelebihan daripada "Wet and Dry" filter (bagian yg hitam dari filter) adalah kadar oksigen yg sangat tinggi yg baik utk kehidupan Â*bakteri pengurai. (Ammonia --> Nitrite --> Nitrate). Karena kontak yg langsung dengan oksigen, Wet and Dry filter ini juga sangat efficient dalam menguraikan Ammonia. Tujuan filter ini adalah utk meminimalkan kadar Ammonia dan Nitrite yang sangat berbahaya bagi ikan. Nitrate dalam kadar normal masih dapat di toleransi. Kadar Nitrate yg terlalu tinggi akan menyebabkan suburnya lumut dan juga berbahaya bagi sang ikan. Maka penggantian air sebanyak 2 kali seminggu (10-20%) saya lakukan secara otomatis dengan mempergunakan air R/O yang sudah saya aerasi selama 2/3 hari dicampur dengan 10 percent air tanah utk menaikkan kadar Ph dari 5.5 menjadi 6.5 dan DK dari 0 ke 1 atau 2. DK 1 atau 2 ini diperlukan utk menjaga kestabilan PH, supaya tidak drop kelevel yang membahayakan. (dibawah 5). Aerasi utk air R/O ini juga sangat diperlukan karena dalam proses Reverse Osmosis, kadar oksigennya menjadi 0.
Dengan penggantian air ini saya harapkan baik kadar Nitrate maupun Organic Material dapat terkontrol.
Eheim juga sebenarnya mengeluarkan "Wet and Dry" filter, tapi rupanya tidak seberapa popular di Indonesia. (Seperti terlihat di Photonya bang N1wan). Menurut hemat saya filter ini sangat baik dan menarik. Selain kadar oksigen yg tinggi karena sifat "Wet and Dry", filter dari Eheim ini juga memaksimalkan "Bacterial Contact Time" dengan cara menampung air kedalam container Eheim tanpa mengeluarkan air ke Aquarium utk sementara waktu. Dengan cara ini "Organic Material, Ammonia, dan Nitrite" dapat dikomsumsi oleh Bacteria dengan lebih leluasa. Gimana sih kita kan kalau makan mau pelan pelan ya ngga bang N1wan?
| Quote | - kualitas air bersih dari bahan organik, bukan cuma jernih.[/quote]
Utk mengurangi bahan organik yang dapat menyebabkan suburnya pertumbuhan jamur, saya mencoba utk memaksimalkan sistem sistem sirkulasi dengan mempergunakan 2 pompa terpisah.
1). Sirkulasi dari permukaan aquarium -> kapas -> wet and dry -> aquarium.
2). Sirkulasi dari dasar aquarium -> penampungan -> kapas -> aquarium
Diharapkan kotoran/sisa makanan yg mengambang dapat tersangkut pada kapas utk diganti/ dibersihkan setiap harinya. Sedangkan kotoran ikan yang biasanya berada dibawah aquarium dapat tersedot oleh sirkulasi bawah 2).
| Quote | Saya tertarik dengan "fondasi" akuariumnya pak Win yang kayaknya terbuat dari batu bukan?
[/quote]
Betul, fondasi aquarium Â*terbuat dari batu yang saya pesan dari daerah Bandung. Satu batu perlu 5 orang utk memindahnya. Â* Â*Tapi saya pikir karena aquarium saya "outdoor" dan selalu terkena hujan, jadi aman tidak lapuk.
| Quote | Pak Win menggunakan sistem Reverse Osmosis (RO) untuk mendapat air ber PH 6.5-7, inipun setelah berapa kali melakukan percobaan ya Pak, dari memakai daun ketapang, black water ataupun peatmos. Praktis dan stabil menggunakan sistem RO.
[/quote]
Wah yg satu ini memang merepotkan karena kebetulan baik air tanah maupun air pam didaerah saya ber PH diatas 8.5, saya kuatir dengan kesehatan maupun warna daripada Arwana saya. Menurut bang N1wan salah satu faktor yg berpengaruh utk warna Arwana adalah Ph yang rendah antara 6-6.5. Berjuang deh saya utk mendapatkan PH yang rendah. Saya kuatir bang N1wan kecewa kalau ikan yg tadinya merah ditempat bang N1wan menjadi pucat ditempat saya. Terlebih lagi jamur sangat menyukai suhu yang rendah dan PH yang tinggi.
Kesimpulan saya :
1). Dengan HCL. Kebetulan saya mengerti sedikit mengenai pemeliharaan kolam renang. Â*Maka saya coba utk menggunakan zat yang sama utk menurunkan PH aquarium saya. PH akan turun dengan cepat, tapi dalam waktu yang singkat akan kembali ke level semula.
2). Dengan "Ph-Down". Hal yg sama terjadi dimana setelah beberapa waktu Ph akan kembali tinggi kelevel semula. Ditambah penggunaan PH-Down yang mengandung "Phospate" ini akan menyuburkan pertumbuhan lumut.
3). Dengan "Peat-Moss". Penggunaan bahan ini langsung di aquarium sangat tidak dianjurkan, karena PH dapat turun secara tiba tiba ke level yg sangat rendah (PH 3) dan dapat membunuh ikan kesayangan kita. Dianjurkan utk menampung serta memprosesnya didalam bak terpisah disertai aerasi yg mencukupi. Prosesnya cukup lama dan merepotkan, tapi hasil yg didapat sebenarnya cukup memuaskan. Warna yg didapat dari "Peat-Moss" ini pada level tertentu dapat mempercantik penampilan warna Arwana kita. Juga terdapat zat-zat tertentu didalamnya yg berguna bagi ikan kita.
4). Dengan R/0. Mungkin buat saya cara ini paling sederhana dan simple. Air R/O murni sebelum aerasi ber PH sekitar 5. Setelah aerasi menjadi sekitar 6 (Mungkin Aerasi mengeluarkan kadar CO2 pd air R/O sehingga PH meningkat).
Perlu diperhatikan bahwa air R/O murni tidak baik utk dipakai langsung karena :
a). Tidak mengandung oksigen, perlu aerasi selama 1/2 hari
b). DK/ Alkanity level = 0 mengakibatkan PH yang tidak stabil.
Utk point b). perlu mencampur air R/O dengan 10 percent air tanah/ pam utk meningkatkan DK ke level 1 sampai 3 utk menstabilkan PH.
Mohon saran/ pendapat/ koreksi
|
| dOels |
12-17-2002 11:13 PM |
Menarik juga untuk mempelajari Reverse Osmosis Filter
Jadi kendala utama air di tempat Pak Win adalah pH yg cukup tinggi ( bisa diatas 8,5 ), PAM-nya sampai ikut2an juga ya?. Apa udah coba menggali beberapa tempat untuk sumber air tanah ? Jika didapatkan pH yg bagus saya pikir akan menjadi lebih sederhana.
Berapa banyak "produksi" air yg didapat dg R-O ini ? kalo pas2an, betul2 "langka" air dan memang mesti memperhitungkan kualitas filter dan sanitasi.
|
| dOels |
12-17-2002 11:28 PM |
Bung Niwan,
Kalo hobiis mungkin aronya nggak sebanyak PDG, saya cuma ada tiga, satu mau dihibahkan, dengan 3 akuarium termasuk akuarium kecil penampungan stok anak ikan mas. Rata2 sih paling banyak ya 2-3 ekor arwana. Mas Aro udah 7 ekor. Walau demikian memang kalau kolektor punya aro banyak juga.
Mungkin untuk efisiensi bisa digunakan satu filter Â*dengan hanya satu heater. Pemanfaatan energi grafitasi juga bisa menghemat daya listrik. Sedikit merancang sistem sirkulasi beberapa akuariumlah. Aro yg perlu perhatian khusus bisa di isolasi dg pengaturan kran. Waktu akuarium saya ada empat besar2 aja saya udah mau mencoba rancangan tersebut. Menjaga suhu bisa juga dilakukan dg mengatur temperatur ruangan, apalagi ruangan itu khusus aro. Saya kira bisa diusahakan, apalagi aronya Sred 
|
| winarno |
12-18-2002 04:36 AM |
| Quote | Jadi kendala utama air di tempat Pak Win adalah pH yg cukup tinggi ( bisa diatas 8,5 ), PAM-nya sampai ikut2an juga ya?. Apa udah coba menggali beberapa tempat untuk sumber air tanah ? Jika didapatkan pH yg bagus saya pikir akan menjadi lebih sederhana.
Berapa banyak "produksi" air yg didapat dg R-O ini ? kalo pas2an, betul2 "langka" air dan memang mesti memperhitungkan kualitas filter dan sanitasi.[/quote]
Hallo bang Doel, salam kenal.
Saya sudah coba dengan mengukur PH air tanah beberapa tetangga saya, tapi saya rasa hasilnya menunjukkan tendesi yg sama utk suatu daerah. Utk R/O filter standard rumah tangga, dapat memproduksi sebanyak 220 liter/ 24 jam. Sebagian hasilnya dapat kita pergunakan utk pengganti air aqua. Apalagi air R/O baik bagi penderita penyakit ginjal. Tapi mungkin bagi yg belum terbiasa, rasa air R/O "terlalu hambar". Salam.
|
| Steven |
12-21-2002 09:43 AM |
salam kenal pak winarno, warna merah blepotan di mulut arwananya pak winarno apa bukan karena pengaruh makanan peningkat warna sejenis cr6 atau spirulina? apakah semakin pudar, tetap atau bertambah merah warnanya pak sejak dibeli?sebab tidak pernah melihat super red warnanya sampai blepotan seperti itu, seperti tidak natural warnanya
tks
|
| dOels |
12-21-2002 02:59 PM |
See identification... AMWAR, Aro Merah Warnanya .
|
| winarno |
12-29-2002 08:13 PM |
| Quote | warna merah blepotan di mulut arwananya pak winarno apa bukan karena pengaruh makanan peningkat warna sejenis cr6 atau spirulina? apakah semakin pudar, tetap atau bertambah merah warnanya pak sejak dibeli?sebab tidak pernah melihat super red warnanya sampai blepotan seperti itu, seperti tidak natural warnanya
[/quote]
Salam kenal kembali pak Steven, sorry jawabannya rada lama sebab pas tanggal 21 december saya ada di Bali dan
baru hari ini (tgl 29 Dec) saya kembali ke Jakarta. Pemberian makanan saya sejak saya mendapatkan Arwana ini adalah :
1). Udang
2). Kelabang Medan
3). Kelabang Tanah
4). Jangkrik
5). Kodok
Saya usahakan agar makanan bervariasi, seperti saran bang N1wan agar semua vitamin/gizi terpenuhi utk pertumbuhan yg baik. Saya merasa faktor yg paling mempengaruhi warna ikan saya adalah :
1). Ph air
2). Sinar Lampu
3). Pengobatan (akan pudar sementara diobati)
4). Suhu (akan pudar sementara suhu dinaikkan utk pengobatan).
Warna Arwana saya setelah selesai pengobatan lebih pekat dan lebih merah daripada sewaktu di tempat pak N1wan. Mungkin karena faktor PH air saya yang lebih rendah. (ditempat pak N1wan dulu Ph airnya 8, ditempat saya sekarang saya usahakan utk mencapai 6.2-6.5 dengan mempergunakan air R/o campur air Pam/sumur 10%.
|
Quote (N1WAN @ Dec. 17 2002,12 ) | | Quote | - Suhu relatif konstan 29,5-30*C[/quote]
Mas Doels,
Kurang dan salahnya saya, Pak Win atau rekan-rekan yang lain, tidak melengkapi dengan heater, heater baru dipergunakan bila sewaktu aro sakit saja. Bagi saya sendiri yang memiliki aquarium 10-15 buah, mabok juga bila mesti menyediakan heater sebanyak 10-15 buah, belum listriknya, mesti cari solusi lain nich Â*<!--emo& [/quote]
Sorry sedikit komersial break u/ B.N1wan..........
Gimana kalau bak penampungannya yg di pakai heater, kan cuma perlu 1 heater Â* Â*
Sok, yg masih mau ngebahas di lanjut...
Salut buat P.Win, moga2 Aronya bisa turut serta pd Kontes Bali 2003 & salam kenal
Lam Aro
|
| dOels |
12-30-2002 05:09 PM |
Bung Arbelo,
Gimana kalo seluruh akuarium dihubungkan dalam suatu aliran/satu filter. Kalo cuma di tampungan, suhu akan kembali turun setelah diaerasi di akuarium. Saya lihat di tempat Bung Niwan sangat memungkinkan dibuat instalasi pengairan menggunakan pipa2 paralon dan kran. Kalo buat hemat, modifikasi aja ruangan tempat penyimpanan aro.
|
| winarno |
12-31-2002 12:09 AM |
| Quote | Bung Arbelo,
Gimana kalo seluruh akuarium dihubungkan dalam suatu aliran/satu filter. Kalo cuma di tampungan, suhu akan kembali turun setelah diaerasi di akuarium. Saya lihat di tempat Bung Niwan sangat memungkinkan dibuat instalasi pengairan menggunakan pipa2 paralon dan kran. Kalo buat hemat, modifikasi aja ruangan tempat penyimpanan aro.
[/quote]
Sorry nih nyelak Bang Doel. Saya setuju dengan usul bang Doel utk menstabilkan suhu. Untuk kasus mas N1wan yg punya banyak akuarium, saya rasa mungkin tidak ada jalan singkat. Katakanlah utk aquarium 150 liter dibutuhkan 200 watts heater. Kalau heater yg sama dipakai utk menghangatkan 5 atau lebih aquarium saya rasa suhu yg diinginkan tidak akan pernah tercapai hanya dengan menggunakan 1 buah 200 watt heater. Secara hukum fisika akan dibutuhkan 1 heater besar 5*200 watts = 1000 watts atau 5 buah 200 watt heater. Harga 1000 watt heater (kalau ada) mungkin akan lebih murah drpd lima 200 watt heater. Tapi pemakaian listrik akan sama.
Satu hal yg saya juga kuatirkan dengan menggabungkan banyak aquarium adalah penularan penyakit
Wah repot. Belum punya ide solusi lain sih.
Salam kenal juga buat bung Arbelo.
|
| dOels |
12-31-2002 01:02 AM |
Cukup menarik P'Win,
Memang ada perbedaan antara air yg dihangatkan dalam tampungan dan air yg dihangatkan setelah dalam pengaliran. Air hangat dalam penampungan akan putus suplai panasnya setelah dialirkan dalam tank. Teori kekuatan/Watt heater memang demikian, bisa dilihat dalam kemasan (misalnya merek Rena). Prakteknya saya belum coba akuarium sejumlah 15 buah. Tapi saya sudah coba untuk dua akuarium. | Quote | Secara hukum fisika akan dibutuhkan 1 heater besar 5*200 watts = 1000 watts atau 5 buah 200 watt heater. Harga 1000 watt heater (kalau ada) mungkin akan lebih murah drpd lima 200 watt heater. Tapi pemakaian listrik akan sama.
[/quote]Apakah sudah diperhitungkan suhu ruangan dan suhu akuarium?Akuarium saya yg di alam terbuka akan membutuhkan kerja keras heater dibanding dg akuarium di dalam ruangan dg suhu kamar dan aliran udara yg lebih hangat. Diharapkan suhu lingkungan (aliran udara, power head, lampu dg reflektor) akan menyokong air yg dihangatkan. Akuarium dengan Volume 300 lt bisa dihangatkan dengan lampu NAN 30 W + Powerhead 12 W(relatif suhu lingkungan). | Quote | Satu hal yg saya juga kuatirkan dengan menggabungkan banyak aquarium adalah penularan penyakit
[/quote]Pastikan sebelum membuat sistem ini, sistem yg akan dibuat bebas penyakit dan bisa mencegah penyakit internal (bisa didiskusikan dg topik baru : sumber2 penyakit ). Kegiatan pencegahan penyakit dg sterilisasi (bisa didiskusikan pada topik baru : sterilisasi ) berkala perlu dipertimbangkan (pastikan menggunakan cara yg telah diuji coba secara aman). Pendatang baru dikarantina lebih dulu. Ini bisa dimungkinkan bila menggunakan juga selain sistem rankaian dibuat juga pintu2 switch on-off isolasi (menggunakan kran), hingga satu akuarium bisa fungsional, tetapi rangkaian lain tidak terganggu. Jadi dimungkinkan juga bila diinginkan perlakuan khusus bagi salah satu akuarium.
| Quote | Wah repot. Belum punya ide solusi lain sih.
[/quote]Ide2 akan terus bermunculan seiring dengan diskusi terus menerus, ini bisa terjadi bila rekan2 aktif melontarkan apa saja hal2 yg sepele-pun , semoga.
|
Quote (doels @ Dec. 31 2002,01<!--emo& ) | .[Apakah sudah diperhitungkan suhu ruangan dan suhu akuarium?Akuarium saya yg di alam terbuka akan membutuhkan kerja keras heater dibanding dg akuarium di dalam ruangan dg suhu kamar dan aliran udara yg lebih hangat. Diharapkan suhu lingkungan (aliran udara, power head, lampu dg reflektor) akan menyokong air yg dihangatkan. Akuarium dengan Volume 300 lt bisa dihangatkan dengan lampu NAN 30 W + Powerhead 12 W(relatif suhu lingkungan).
Ide2 akan terus bermunculan seiring dengan diskusi terus menerus, ini bisa terjadi bila rekan2 aktif melontarkan apa saja hal2 yg sepele-pun , semoga.[/quote]
Saya sambung lagi nih.....pendek kate B.N1wan musti punya 1 ruangan khusus yg mana bisa bikin suhu lingkungan/ruangan itu stabil,... nah kan.. masih cukup 1 water heater. (BTW saya belum sempat berkunjung ke Markas B.N1wan nih... )
contohnya seperti Bangunan pd Topik kunjungan ke PT.Dinamika Kapuas tapi skala lebih kecil, mis se uk kamar tidurlah.........dehh..!!!
Lam Aro
|
| dOels |
12-31-2002 12:30 PM |
|
Bolek juga tuh.... kan bisa nambah Aro lagi....
kalau jadi...
Lam Aro
|
| N1WAN |
01-02-2003 12:00 PM |
Dengan senang hati dan tangan terbuka bila ada usulan rancangan showroom, yang simple, praktis, rapi, sehat, dan hemat, sekalian dengan pengerjaannya, tenderin juga ndak masalah, memang kebetulan saya ada rencana untuk merenovasi dan memperluas showroom saya. 
|
| kutabeach99 |
01-02-2003 03:06 PM |
Pak Komandan,
Jangan nanggung, kalo perlu buka studio baru di Barito. He ... He ... Temenku kemaren ngasih tau, ada yg mau lego kios tuh di Barito, 85 Jute aje. Tertarik ?
Salam,
|
| N1WAN |
01-02-2003 06:37 PM |
| Quote | Pak Komandan,
Jangan nanggung, kalo perlu buka studio baru di Barito. He ... He ... Temenku kemaren ngasih tau, ada yg mau lego kios tuh di Barito, 85 Jute aje. Tertarik ?[/quote]
kutabeach99,
Waaah kesempatan emas yang susah dilewatkan, dan jarang didapat, karena cari lokasi strategis seperti itu juga susah sekaliii....pengen sekali, sangat ingin malah ... tapi apa daya PDG pengumpul kecil seperti saya ini, harga tersebut sama besarnya dengan Modal Kerja saya nanti bisa beli kios, ndak ada barang yang dijajakan, kan ndak lucuuu
Mungkin belum rejeki saya awal tahun ini, siapa tau mbesok, atau lusa ...
Btw terimakasih atas informasinya, mungkin rekan-rekan yang lain yang lebih mampu ada yang tertarik ..tunggu apa lagi, buruaaan, sebelum diduhului orang lain ....
|
Pak Win...Aquariumnya bener2 oke...saya pengin buat seperti itu cuma dalam skala yang lebih kecil..lebih kecil..mungkin jauh lebih kecil he..he...abis kemampuan kantongnya juga beda kali ya....
|
| All times are GMT +7. The time now is 05:17 AM. |
|
Powered by vBulletin® Version 3.6.5 Copyright ©2000 - 2026, Jelsoft Enterprises Ltd.
N1wanRed.com
| | |
|
| | |
| | | |
|
|
| | |
|
| |
| |
|
|