![]() |
Penipuan OMNI International Hospital Alam Sutera Tangerang
Dear All,
Sekedar sharing info, dari milis Forum Pembaca Kompas. Cheers :) Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya, terutama anak-anak, lansia dan bayi. Bila anda berobat, berhati-hatilah dengan kemewahan RS dan title International karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat dan suntikan. Saya tidak mengatakan semua RS International seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB, saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala, datang ke RS. OMNI Intl dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus. Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000, saya diinformasikan dan ditangani oleh dr. Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. Dr. Indah melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000. Dr. Indah menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan tapi saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr. Indah adalah dr. Henky. Dr. Henky memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah. Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau ijin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr.Henky visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?), saya kaget tapi dr. Henky terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa ijin pasien atau keluarga pasien. Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat kuatir karena dirumah saya memiliki 2 anak yang masih batita jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal. Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apapun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu box lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul. Tangan kiri saya mulai membengkak, saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr. Henky namun dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa, setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr. Henky saja. Esoknya dr. Henky datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi, saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah tapi dr. Henky tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali. Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr. Henky saja. Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan. Esoknya saya dan keluarga menuntut dr. Henky untuk ketemu dengan kami namun janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr. Henky mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri saya. Dr, Henky tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan, dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr. Henky bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. Dr. Henky menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan. Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat namun saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif. Dalam catatan medis, diberikan keterangan bahwa BAB saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow upnya samasekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000. Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000, kepala lab saat itu adalah dr. Mimi dan setelah saya complaint dan marah-marah, dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut. Saya mengajukan complaint tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Ogi (customer service coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan complaint, saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Ogi yang tidak ada service nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan complaint tertulis. Dalam kondisi sakit, saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen, atas nama Ogi (customer service coordinator) dan dr. Grace (customer service manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya. Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000 makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan. Tanggapan dr. Grace yang katanya adalah penanggung jawab masalah complaint saya ini tidak profesional samasekali. Tidak menanggapi complaint dengan baik, dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr. Mimi informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen dan dr. Henky namun tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore. Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular, menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak, kalau kena orang dewasa yang ke laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas. Suami saya datang kembali ke RS Omni menagiih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut. Saya telepon dr. Grace sebagai penanggung jawab compaint dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya namun sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang kerumah saya. Kembali saya telepon dr. Grace dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah, ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali, dirumah saya tidak ada nama Rukiah, saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya kemana kan ? makanya saya sebut Manajemen Omni PEMBOHONG BESAR semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang. Terutama dr. Grace dan Ogi, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard International yang RS ini cantum. Saya bilang ke dr. Grace, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami, pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni. Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap. Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah FIKTIF dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik. Saya dirugikan secara kesehatan, mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin tapi RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini. Ogi menyarankan saya bertemiu dengan direktur operasional RS Omni (dr. Bina) namun saya dan suami saya terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain. Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan. Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing, benar.... tapi apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dpercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan, semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis, mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini. Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni, tolong sampaikan ke dr. Grace, dr. Henky, dr. Mimi dan Ogi bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr. Henky praktek di RSCM juga, saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini. salam, Prita Mulyasari |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
untuk sedikit tambahan :
kemarin ini sempet saudara gw masuk RS, dan keluhannya adalah susah BAB.. Setelah periksa sana sini, saudara gw ini di vonis kena usus buntu, dan diharuskan segera operasi. Dan akhirnya diharuskan mengikuti segala macam test, dan test2 tsb tidaklah murah, sampai yg terburuk harus di infus insulin, krn dipersiapkan utk operasi. Lalu saudara gw ini bersikeras tdk mau operasi dan dia hanya minta kotoran yg ada di perut dia itu dikeluarin aja gimana caranya. akhir kata cuma di sedot duburnya lalu keluarlah tuh kotoran yg sangat banyaknya, sehabis itu tidak ada lg rasa sakit diperutnya dan keluarlah dari rumah sakit itu dalam 1 hari, yang menghabiskan dana lebih dari 2 ekor baby SR.... |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
dengan mengabaikan keselamatan jiwa pasiennya, jenis penyakit bisa dimanipulasi gitu, dan kalo ketauan, alasannya simple banget dan ga berdosa, cuma bisa so sory, maaf ada kesalahan diagnosa, dll yang notabene tidak bisa mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Kalo bener gini, kasian banget nasib kita yang dibodohin mentah2, sudah hilang uang banyak ( sampe ngutang segala ), penyakit tidak kunjung sembuh ( malah tambah parah, syukur2 masih bisa hidup ). Sebenarnya ini bisa dikasus pidana kan, tapi sekali lagi ya keluar duit lageeeeeeeee :cry::cry::cry: Lebih baik pindah rumah sakit deh, dan jangan gegabah pasrah mau operasi bila dibilang sakitnya parah dan harus operasi. Coba ke beberapa rumah sakit yang terpercaya ( yang ini susah nyarinya kalo dah kayak gini kasusnya :D:D ), minta diagnosa ulang lagi Kayak gini ni, BAB kurang lancar dibilang sakit usus buntu. Busyeeet :mad::mad: |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
hati2 thd semua RS dan semua DOKTER gadungan.....
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Wah...ngeri juga nih....Thx infonya bro......
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Terima kasih atas informasinya.
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
SEBARIN ya berita2 ini, biar tau rasa tuh.
Setiap sakit, usahakan ada 2nd opinion, jgn buru2 disuruh MRI, cek ini itu, bahkan operasi, ambil obat jk mahal, ambil sedikit dulu. Pengalaman gw di Dr.Tulang. NIC***S, tanpa tindakan apa2 di charge 400rb! obatnya hampir 1.5jt, dan gw minum obt itu, langsung spt mau pingsan. Gak guna, lalu om gw, operasi tulang kaki, bisa panjang sebelah, dan setelah bbrp tahun, cek ke dokter lain dan di rontgen, masa ada kawat awut2an di pangkal pahanya, om gw inget kalo waktu di operasi, setengah sadar, dia dengar ada yg bilang, doc benangnya habis, gimana kalo pake kawat aja, dan disetujui, hasilnya, pasien gak bisa jongkok krn sakit, selama ini kirain memang begitu. Itu kawat bener2 spt ikat jemuran, awut2an. JANGAN LUPA, 2nd opinion, krn dokter2 dan rs sekarang adalah mesin industri dan makan komisi yg luar biasa. HATI2 bro. |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Better sebelum memutuskan sesuatu, cari second opinion dulu.
Di indo memang banyak sindikat penjahat ........:D |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
:D:D:D:D |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
Titel boleh dokter, tapi mental PREMAAN abis :mad: Masa benang diganti dengan kawat sih, apa ya sebelum operasi ga ada persiapan sama sekali. Bener sekali bro, yg gw tau obat resep sengaja dibuat over juga, harusnya jatahnya cukup 3 hari tapi dibuat bisa untuk 1 minggu lebih. Ada yang kalo mau ditebus sedikit dulu kaga boleh. Akibatnya sakit sudah sembuh tapi sisa obat masih banyak. Ga heran sih, lha wong dokternya dapet komisi dari penjualan obat2annya itu juga :eviltounge::eviltounge: Hilang sudah rasa kemanusiaan.....tertutup oleh keserakahan uang kekayaan |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
Waduh....serem amat tuh Bro Rian......kaki orang dianggap onderdil mobil ngkali tuh ama dokternya...maen kawatin aja....emang jemuran.....:mad: :mad: :bad: :bad: "MALPRAKTER ITU NAMANYA"....... |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
sekarang sdh ditangani r.s lain bro, krn om gw terjatuh dan kaki sebelahnya patah. Jd sekarang kedua tulang paha nya dari solid metal!!!! :) lewat bandara , jamin bunyi tuh..Nah dokter dan r.s yg satu ini, luar biasa bagus dan baik. Komunikatif dan tdk meres. Dulu dia opname 24hari, sekarang hanya 5 hari,disuruh pulang, kasus sama persis. Sdh boleh pulang kata dokternya. Mrk kaget liat kawat2 itu. Tp, buat menuntut, well, bisa habis biaya lebih besar lg, buat lawyer, dll.
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
kesalahan sedikit bisa fatal akibatnya :cry::cry::cry: |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Sekedar berbagi aja nih....
dulu waktu istri gw sehabis melahirkan (lewat cesar) pihak rumah sakit bilang harus istirahat di rmh sakit minimal 2 hari lagi baru boleh pulang, tapi dokternya untung baik, dia bilang gak usah nunggu 2 hari, besoknya (1 hari ) aja udah cukup. Akhirnya dgn referensi dokter besoknya istri gw boleh pulang, memang kebetulan kondisinya baik.....tidak drop sehabis cesar.....lumayan bisa ngirit biaya nginap 1 malam.....:D |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
setiap R.S. ada reputasi buruk dan baiknya, sama seperti usaha lain2nya,tidak ada yg sempurna.........
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Bener juga. Saya pernah ngalamin waktu anak pertama sakit panas, suhunya 39,9'C. Langsung masuk UGD di salah satu RS besar di Jatinegara, cek darah. Dari hasil tersebut ada kelainan sel darah putih yang over, jadi kata Dr UGD tsb harus dirawat. Kita semua jadi sedih, ditambah lagi tuch bocah merengek minta pulang, Mama ... aku nggak mau dirawat.
Alhasil, kita nggak mau dirawat dan minta obat rawat jalan ajach dan diresepin di apotik rs tersebut ..... ehhhh sampe keesokan harinya tuch anak masih panas tinggi. Akhirnya second opinion ke dokter lain di rs yg sama, spesialis anak, cek darah lagi. Hasilnya dibilang gejala DBD lach, Typus lah ... dan harus dirawat . Gimana nggak pusing .... 2 dokter nyuruh dirawat. Tuch anak ngerengek-rengek minta pulang, gua discuss sama isteri spy dirawat, isteri marah-marah nggak mau. Akhirnya gua sebagai misua dan ortu nggak tega ngeliat kaya' gitu, Gua putusin kita harus pulang. 3rd opinion, Gua ke dokter umum dekat rumah. Dokter-nya masih muda, tpt prakteknya sederhana rumah kontrakan petak kecil. Walau tengah malam jam 12 lewat, sang dokter menerima dengan senang hati. Gua ceritain semuanya sambil gua kasih hasil lab dan statusnya. Kata sang dokter , ohhhh ini sich nggak papa, ngak perlu dirawat, saya kasih obat ajach mudah-mudahan besok panasnya sudah turun (saat itu panasnya masih tinggi, total hampir 3 hari panas tinggi). Alhamdulillah , anak gua pas besoknya panasnya langsung turun dan sorenya bisa bermain kembali. Dalam hati .... KUrang ajar tuch rs, mo' nyipoain gua. Tapi gua hanya bisa kesal dalam hati, karena kalo nuntut repot, IDI selalu ngebela dokter, hampir nggak pernah ngebela Pasien, kecuali ada IPI, mungkin Pasien bisa menang. Akhirnya gua belajar dari pengalaman ini, jangan selalu percaya ama yang namanya DOKTER. Dokter sekarang kemanusiaaannnya udah kurang alias profit oriented, kacau bahhhh, nyawa disamakan ama barang dagangan . Sekarang kalo gua sekeluarga sakit, selalu berkunjung ke dokter yg sederhana itu, alhamdulillah sampe sekarang kita semua sehat-sehat aja, semoga kita semua senantiasa diber nikmat sehat oleh-Nya, Amien. Salam, Arif |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
Di RS sekarang kalo rawat inap sudah suruh DP dulu :cry::cry: Kadang kita sering salah duga, dipikir dengan RS yang besar, pasti peralatan dan dokternya canggih dan lengkap, ga taunya malah jadi bulan-bulanan. Sekali lagi, ga semua image RS seperti itu .... |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
just sharing :
awal januari kemaren saya tiba2 jatuh sakit... paginya fine2 aja tuh (ke kantor nyetir sendiri), tp setelah makan siang kepala saya pusing dan muntah2... saya kirain masuk angin biasa...trus saya minta tlng temen anterin pulang ke bekasi. di jalan saya muntah2 lagi, abis itu langsung aja saya minta ke teman anterin ke rs aja... sampe rs (mitra keluarga bekasi timur) ini titelnya international juga lho....:mad: langsung masuk ugd, dan setelah tes ini-itu diagnosanya gagal ginjal akut..... duuuaaaarrrrr......kaget setengah mati saya waktu itu, wong saya gak pernah ada keluhan di ginjal... saya langsung telp istri di rumah, bilang saya dirawat di rs.... dinfus, disuntik ini-itu, tiap minum obat 7 macem... 3 hari di rs keadaan makin buruk...sering parno... tp saya kuatkan diri dan batin....saya harus tetap hidup... hari ke empat disuruh cuci darah....nah ini saya ragu banget... istri dan temen yg jagain saya telp ke semua teman & kerabat yg ngerti medis... temen saya terus berusaha nanya informasi perkembangan kondisi saya ke pihak RS tapi menurut temen saya itu, jawabannya tidak memuaskan dan sampai ribut dgn dokter jaga (dokternya bilang ke temen saya, percuma dijelaskan soalnya bapak gak bakalan ngerti) kampret gak tuh....emangnya kita disitu gak bayar apa...??!!!:angry: :mad: akhirnya saya ambil keputusan saya gak mau cuci darah...dan saya pengen dirawat di medan aja dekat ama keluarga yg lain.... singkat cerita, hari kelima saya dijemput abang saya dari medan....nyampe bandara langsung di Rumah Sakit, RS-nya kecil lho... (kebetulan keluarga kenal ama dokternya, sebut aja namanya ya... dr. Tunggul, ini dokter spesialis ginjal) setelah baca semua record medis dari RS. MKI yg di bekasi... dokternya bingung, komentarnya cuma : "lho kok bisa jadi begini...??? stress mungkin tuh tuh orang.... ya udah kamu dirawat disini aja, gak usah ke RS besar...udah banyak duit keluar disana. jgn banyak pikiran, kita pake obat aja dulu ya...kalau kamu ikutin saran saya, kamu bisa cepat sembuh.... 2 hari dirawat di medan kondisi saya berangsur membaik...alhamdulillah.... tau gak bro'...treatmentnya cuma infus, suntik 2 kali, obat yg saya makan cuma 3 macem... hari kelima infus dibuka...obat cuma makan 2 macem, trus disuruh belajar jalan... oh..ya saya gak bisa jalan lho.... Alhamdulillah hari ketujuh saya sudah boleh pulang....dan berobat jalan ternyata dokter di bekasi itu kasih saya obat yg dosisnya tinggi sekali... sampe punggung, heher, dan kaki keram.... intinya ya kita harus lebih hati2 kalau berobat ke RS.... harus ada second opinion, jgn langsung mau aja disuruh begini-begitu... dokter sekarang mah parah2....temen sma gw yg goblok aja (tp anak pejabat) bisa jadi dokter kok... ngeri aja tuh...ntar slah suntik orang lain bisa koit....:D :D :D |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
He2. Kalimat yang terakhir jadi geli bacanya :D:D. Kalo ini duit dan jabatan yang bicara, bukan otaknya :p Nice sharing bro ... :top: |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
waduh mengerikan ni thread. thanks utk sharing infonya bos. semua org harus lebih jeli nih kayaknya. gawat kalo dr asal2an menarik kesimpulan, keji sekali.
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
untuk penyakit2 yg fatal / mematikan memang perlu/harus mendapat opini2 dari Dokter2 yg berbeda, ini juga terjadi di Hospital Elisabet dimana bibi saya divonis bolamatanya harus diangkat karena ada tumor,jika operasi sudah dipastikan buta sebelah, karena bolak balik cari second opinion, ketemu Dokter yg malah di Indonesia diberi obat tetes sambil meyakinkan bibi saya tidak perlu operasi, sekarang kesembuhannya mencapai 90%(sedikit rabun)tapi sudah tidak ada rasa sakit/nyeri lagi. kes: cocok2an juga/ketemu jodohnya.
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
berakibat fatal !! |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
memang dokter-dokter skrg perlu dipertanyakan moralitasnya dlm mebantu kesehatan pasien............gw jg pernah punya pengalaman kurang beruntung dg dokter......satu saat gw pernah panas tinggi tanpa ada tanda-tanda spt flu........tiba-tiba aja tuh panas badan dtgnya...........akhirnya stelah ditimbang-timbang cobalah ke RS kecil di daerah Rawamangun dokter menyatakan sy kena campak...........dia bilang paling dua-3 hari panasnya hilang.........
oke.......akhirnya gw istirahat....besoknya telp kantor gak bisa masuk krn campak........eh teman yg biasa ngurus surat ijin sakit bilang....gak salah cuma ijin 2 hari? lho memang kenapa, tanya gw............beberapa teman yg kena campak biasanya seminggu :eek::eek: ,kata dia lg........ nah lo.......kok lain ya? akhirnya coba kontak sepupu yg dokter.......trus gw bacain resep apa aja yg dikasih.....trus dia kasih resep tambahan.......tpi sebelumnya dia tanya pernah kena maag gak?.......gw bilang gak yakin..ya udah dicoba dulu aja.........oke besoknya panas naik turun......sebetulnya hr kedua menjelang sore panas badan naik turun ditambah cuaca perut mulai gak jelas..............wah kena maag nih gw pikir.......alhasil gw hrs berjuang empat kali ke toilet dg suhu badan panas bin pening tujuh keliling sepanjang malam......paginya telp lg sepupu gw.......dia bilang mungkin krn kena obat yg dia kasih.........gw bilang gw blm sempat minum......wah berarti obat penurun panasnya...........kata dia...........nah lo....... sepupu gw bilang dosisnya ketinggian shg bisa kena ke maag.......wassalam.......akhi rnya atas anjuran dia gw stop semua obat yg dikasih dr dokter pertama......alhamdulillh dua tiga hari tanpa obat panas dingin ilang kondisi gw lbh baik...........tp ya itu yg namanya campak seminggu istirahat juga gak cukup........... memang pernah ada teman yg kerja di distribusi obat bilang seringkali krn alasan komersil dan iming-iming pabrik obat......dokter-dokter sering kasih obat dosis tinggi.......haislnya dia sering didatangi detailer utk tandatangan hasil penjualan resep utk bukti fee penjualan obat........dokter kebagian fee dr setiap resep yg dia tandatangan.......teman ge itu nyaranin kalo ada yg generiknya lebih baik beli yg generik supaya penyakit kita gak terlalu imun dg obat krn biasa dikasih obat dosis tinggi....... ini baru sebgian kecil prakter-praktek buruk dunia kesehatan di Indonesia............tp gw masih percaya masih ada dokter-dokter yg puny nurani......... |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
Jangan - jangan ada targetnya juga, makanya kalo kasih/bikin resep jor2an gitu macam obat dan quantitasnya :angry: |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Idem sama bro amkri nih..
Pantesan aja,2 kali anak gw (10bulan) habis opname, pas keluar (rawat jalan) dikasi beberapa obat. Waktu dibawa check-up ke RS lain, dibilang "ganti aja obat penurun panasnya, dosisnya ketinggian tuh":eek: :confused: |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Gimana ya mutusin lingkaran setan ini, bener2 setan..
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
mungkin cara ini bisa dipake:
- bergaul dg dokter.....untuk tau trik-trik mengelabui pasien - bergaul dg distributor obat.......utk tau modus-modus meningkatkan penjualan dg kerjsama dokter - kalo bisa buka catatan teman-teman lama sapa tau ada yg jd dokter dan bisa kita percaya - paling aman jgn pake 1 dokter.cari second opinion......asal siap dg resiko kebingungan...so hrs siap cr pegangan.......... - sering baca-baca surat pembaca yg komplain soal dokter atw forum-forum yg membahas soal kesehatan ada cara lain lg gak ya?....silahkan menambahkan........ |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
kalo ada link web yg isinya tentang protes atau surat pembaca ttg kedokteran di Indo, boleh jg nih.
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Berita ini ada bantahan dari RS tsb kalau tidak salah di harian Kompas kemarin.Sepertinya sedang diambil tindakan hukum terhadap berita tsb.
|
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
gw edit dolo...ini rumah sakit yang baru itu kan? soalnya kalo bener berdasarkan pengalaman pas temen bokap gw kecelakaan...
dokternya terlihat tidak professional sebab untuk luka yang sama harus beroperasi berulang-ulang, benerin operasi sebelumnya :angry: ps: kata temen gw yang di medis kalo berulang-ulang operasinya berarti dokternya kaga professional... bagus bangunannya doang kayaknya, pertama terkesima, selanjutnya kecewa :angry: |
Re: Penipuan OMNI Iternational HospitalAlam Sutera Tangerang
Quote:
|
| All times are GMT +7. The time now is 02:13 PM. |
Powered by vBulletin® Version 3.6.5
Copyright ©2000 - 2026, Jelsoft Enterprises Ltd.
N1wanRed.com